HINDARILAH KEBIASAAN MENYONTEK SAAT UJIAN

Smilewithismail - Sepertinya, dirasakan sudah lumrah ketika ada sebuah gelaran tes atau ujian, baik itu di tingkat sekolah dasar, SMP, SMA, bahkan bangku kuliah, akan ada salah satu kebiasaan buruk disaat mengerjakan soal. Apakah itu? menyontek. Iya, sepertinya memang sangat sulit sekali menghilangkan kebiasaan buruk ini. Tidak semuanya bisa dipukul rata, akan tetapi memang sangat banyak kasus menyontek ini.

Menyontek, bagaimanapun bentuknya dan melalui media apa saja pada dasarnya memang tidak bisa dibenarkan. Bisa dikatakan ini adalah sebuah pelanggaran dalam dunia pendidikan. Namun, yang namanya menyontek, ada saja cara kreatif dari sang pelaku agar tindakannya tidak diketahui oleh guru/dosen/ penjaga ujian. Hmm, sedih memang ketika mendapati sebuah realita yang seperti ini.

hindarilah kebiasaan menyontek

Tindakan menyontek ini sebenarnya bisa dihindari kok, asalkan memang sebelum hari H ujian sudah mempersiapkan diri dengan belajar yang baik. Ketika semua materi ujian sudah dikuasai, maka saat mengerjakan soal ujian juga akan tenang dan selesai dengan baik tanpa tengak tengok ke kiri dan kanan atas bawah. Benar begitu bukan?

Oke, mungkin ada yang merasa sangat sulit dalam hal menguasai materi pelajaran dalam bentuk hafalan, tetapi tenang, selama anda mau berusaha pasti akan ada jalan keluarnya. Seperti yang pernah kami tulis pada kesempatan sebelumnya mengenai cara cepat menghafal, tips ini bisa anda gunakan sebagai panduan bagi anda untuk bagaimana bisa dengan cepat menguasai materi pelajaran berbentuk hafalan. Semoga tulisan singkat tersebut benar-benar bisa memberikan kepada anda sebuah manfaat yang luar biasa, itu harapan kami.

Kembali lagi ke permasalahan menyontek tadi, coba anda tanyakan kepada hati nurani anda masing-masing, bagi yang pernah menyontek lho ya hehe, apakah tindakan anda tersebut benar atau salah? jawab dengan jujur, kami yakin pasti anda pun menyadari bahwasanya tindakan menyontek adalah tindakan yang sangat-sangat tidak dibenarkan dan menyalahi aturan. Bahkan jika kita berbicara lebih jauh, tindakan menyontek bisa jadi akan menambah dosa. Sebuah tindakan yang bisa digolongkan kedalam kategori "pembohongan" baik bagi si pelaku maupun bagi pihak lainnya yang terkait. Bohong terhadap diri sendiri, guru,orang tua dan siapa lagi, lanjutkan sendiri.

Mengapa tidak memilih jujur saja, main bersih. Ujian dikerjakan dengan kemampuan sendiri, dengan usaha sendiri, belajar dengan baik dan benar, usaha maksimal, doa maksimal. Mengapa tidak memilih jalan ini saja? dengan menghindari kebiasaan menyontek, maka akan ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Anda akan merasa puas terhadap hasil jerih payah anda ketika anda bisa mengerjakan ujian dengan baik. Selain itu, penguasaan materi yang benar-benar 100 persen dikuasai, akan bermanfaat selamanya, karena ilmu sudah diluar kepala anda. 

Selain itu, nilai murni yang didapatkan tanpa menyontek juga akan terasa lebih berharga apabila dibandingkan dengan hasil menyontek. Nilai bagus, tapi hasil menyontek, haa dimana letak kebanggaannya? kenapa harus berbohong pada diri sendiri? renungkan hal ini.

Oke, mungkin setelah lulus jadi seorang sarjana, dengan nilai yang rata-rata bagus, atau bahkan cumlaude, tetapi kalau hasil tersebut adalah hasil dari menyontek, coba kita bayangkan. Bagaimana nasib negeri tercinta ini, apabila mayoritas generasi mudanya berkualitas rendah. Nasib negara ini ada di tangan generasi muda, jadi ayo sama-sama menghindari menyontek sejak dini, mulai detik ini. Nanti kalau pas melamar pekerjaan, ketika di tes dan diwawancara, loh kok tidak bisa menjawab dengan baik ya, padahal nilainya bagus-bagus lho,,nah siapa yang repot? hehe..itulah salah satu bayangan bagaimana efek negatif menyontek. Tentu akan berbeda / lain cerita bagi mereka yang memang murni memperoleh nilai bagus tanpa "kecurangan". 

Tanamkan dalam diri pribadi, bahwa menyontek adalah tindakan "haram". Agar anda bisa benar-benar lepas dari bentuk kecurangan ini. Pihak pengawas ujian juga sebisa mungkin meningkatkan / memperketat pengawasan disaat ujian. Jangan malah seperti memberlakukan semacam "pembiaran". Anak didik yang berkualitas tidak dibentuk dengan instan, semua memang perlu perjuangan, penyaringan dan didikan yang berkualitas juga. 

Jika ada teman yang mengajak menyontek, abaikan saja. Anda harus pede, percaya pada diri sendiri bahwa anda bisa mengerjakan soal ujian tanpa perlu menyontek. Motivasi belajar perlu ditingkatkan agar nanti tidak kelabakan pada saat ujian dan bisa terhindar dari kebiasaan menyontek. 

Jika menyontek, rasanya juga tidak akan tenang, harus intip sana intip sini untuk bisa mengelabui penjaga ujian, berusaha bagaimana tidak ketahuan menyontek, walhasil bisa jadi keringat dingin pun menetes deras,,duh kasihan. Belum lagi nanti kalau ketahuan sama pengawas, wah bisa berabe kan, mungkin saja malah lembar jawaban anda akan diminta oleh bapak atau ibu pengawas ujian. Bisa nangis-nangis, kalau sudah begini. Resikonya menakutkan juga ya? iya, sebenarnya memang jika kita mau merenung, sungguh menakutkan, belum lagi efek negatifnya untuk jangka panjang seperti yang sudah kami uraikan diatas tadi, akan menghasilkan generasi muda / SDM  yang "kurang berkualitas".

Marilah bersama memperbaiki diri, dalam hal ini menghindari tindakan menyontek, agar nantinya bangsa kita akan memiliki generasi muda / SDM yang luar biasa berkualitas sehingga bisa memajukan negeri ini dan kemudian bisa bersaing dengan negara-negar lainnya. Mulailah dari diri sendiri, sekarang juga hindari menyontek.

Nah, mungkin tidak banyak yang bisa kami tuliskan didalam artikel ini. Namun, kami memiliki harapan yang besar semoga saja apa yang telah kami hadirkan ini bisa memberikan manfaat yang positif. Jujurlah dan jangan membiasakan diri melakukan pembenaran terhadap tindakan yang sebenarnya sama sekali tidak dibenarkan. Demi kemajuan dunia pendidikan negeri tercinta ini, kita harus berusaha memberikan yang terbaik. Sukses untuk anda semua. [admin].
Load disqus comments

0 komentar