Modem Huawei E220 : Legendaris dan Bandel

Jenis modem memang sangat banyak dan saat ini sudah begitu banyak pilihan yang bisa dijadikan andalan untuk berselancar di dunia maya. Salah satu modem yang ingin saya ulas adalah sebuah modem GSM Huawei E220. Sudah lama memang, namun terbukti masih sangat bisa saya andalkan sampai detik ini. Saya punya modem jenis ini, setiap hari saya gunakan dan hasilnya nyaman-nyaman saja tanpa ada kendala berarti.

modem huawei e220


Dibilang katrok tidak masalah, yang penting fungsinya bisa memanjakan saya untuk menelusuri setiap sudut dunia maya. Iya benar jika dibandingkan modem-modem yang keluaran sekarang, mungkin kalah jauh dalam banyak hal. Speednya misalnya, modem huawei ini memiliki batas maksimal kecepatan download 7,2 Mbps. Dirasakan sangat jauh dengan modem-modem sekarang ya kalau urusan kecepatan. Tetapi saya cinta sama modem saya yang satu ini, modem kenangan saya soalnya hehe.

Modem Huawei E220 sudah saya beli semenjak beberapa tahun silam, dulu modem ini sering saya pakai untuk download tanpa ampun hehe tetapi saya kurang suka main game online sih. Kalau sekarang sih saya jarang download. Seringnya sekarang saya browsing-browsing saja. Bagi anda penggemar film, yang sering mencari film di internet, wah mungkin anda kurang melirik modem legendari ini, mengingat biasanya butuh kecepatan tinggi untuk mengunduh file yang ukurannya lumayan gede, jadi mungkin anda akan sangat suka mencari modem yang memiliki kecepatan di atas rata-rata / tinggi. No problemo :D

Bicara soal body modem huawei E220 ini, penampakan fisiknya cukup sederhana ya. Berwarna putih dan memiliki dimensi yang cukup gede juga, bentuknya lonjong gitu deh. Penggunannya cukup mudah kok, tinggal masukin kartu internet anda melalui slot yang ada bagian samping modem. Untuk menghubungkan ke pc or laptop, ada kabel bawaan modem yang didapatkan dalam satu paket saat pembelian. Dapat 2 kabel, pendek dan agak panjang. Yang agak panjang ada 2 colokan usbnya, kalau yang pendek cuma 1 colokan usb. Colokin ke usb pc or laptop, beres deh.

Penggunaan pertama kali akan ada instalasi otomatis driver modem. Cukup ikuti saja langkah-langkah yang terlihat di layar. Beres. Jika sudah selesai terinstal drivernya, nanti tinggal buat profile dial up nya.Setelah beres, anda bisa lancar berinternet. Saya tidak akan menjelaskan lebih jauh soal bagaimana membuat profile dial up nya, saya anggap anda sudah tahu lah. Gampang kok, tinggal nanti settingnya sesuaikan dengan APN masing-masing provider pada kartu internet yang anda gunakan.

Oh iya, modem huawei E220 ini tidak ada fasilitas untuk colokan antena eksternal ya. Jadi sudah ada antena  internal, cukup bagus dalam prakteknya menurut pengalaman saya. Modem ini akan mampu mencari sinyal cukup bagus. Bila anda ngotot ingin memakai antena eksternal, ada sih solusinya, tetapi dengan resiko harus membongkar dan tentu saja harus rela kehilangan garansi.

Untuk firmware bawaan modem huawei e220 saya, sudah saya upgrade. Jadi sudah berubah gitu dari tampilan aslinya. Sempat trouble gara-gara update firmware, dan waktu itu lumayan bingung juga sih karena signal jadi tidak terdeteksi sama sekali hehe. Namun jangan panik jika anda mengalami hal ini, karena saya juga bisa lolos dari masalah yang saya alami. Asal modem belum benar-benar coid alias mati, masih nyala hijau kedip-kedip gitu, maka tetap punya harapan untuk bisa lolos. Coba lihat solusi masalah ini disini. Siapa tahu bisa membantu ya!

Modem saya sudah pernah jatuh berkali-kali, warnanya juga sudah lumayan dekil tapi masih eksis sampai detik ini. Memang modem ini sangat hebat menurut saya. Untuk gambaran seperti apa spesifikasi dari modem huawei e220 ini, mungkin informasi berikut ini bisa memberikan sedikit pencerahan untuk anda.

Spesifikasi Modem GSM Huawei E220

  • HSDPA 7.2 / GSM / UMTS / EDGE / GPRS / GSM
  • EDGE / GPRS / GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 Mhz
  • HSUPA / HSDPA / UMTS 850 / 1900 / 2100 Mhz

Operating systems (OS) :
  • Google Android ( semua versi dengan USB host gateway )
  • Microsoft Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Winndows 8
  • Mac OS X v10.2.6 Jaguar atau diatasnya
  • Linux 2.6.20 atau diatasnya
  • Ukuran modem (dimensi): 89x43x15 mm
  • Berat modem : 50 gr
  • SMS Service (bisa untuk sms -an)
  • Memori: 32 MB

Oh iya, pada modem ini ada lampu indikator gitu, ada beberapa warna yang juga menjadi penunjuk sinyal apa yang didapat pada saat dikonekkan ke internet. Kalau warna lampu indikatornya hijau muda berarti itu dapatnya sinyal GSM,GPRS dan EDGE. Nah, kalau warnanya biru, berarti dapatnyasignal UMTS (3G). Jika warnanya hijau namun agak putih-putih sedikit itu tandanya sinyal yang anda dapat HSDPA. Kalau waktu modem sudah tertancap di pc or laptop namun belum dikonekkan, biasanya lampu indikatornya bisa berwarna hijau muda atau biru, tergantung lokasi ya. Orang bilang "posisi menentukan prestasi", dalam hal ini ada kaitannya juga sih haha. Mungkin disebabkan belum meratanya infrastruktur, kadang BTS belum ada. Tergantung juga kartu yang anda gunakan, kadang kartu A jaringannya bisa lebih bagus dari kartu B di tempat anda. Bisa jadi di tempat yang lain kartu B lebih bagus jaringannya daripada kartu A.

Sejarah modem ini, pertama dikeluarkan di pasaran pada tahun 2006 silam. Wah sudah lama juga ya! Makanya dikatakan modem legendaris, banyak juga lho yang suka dan sampai saat ini masih setia menggunakan modem huawei e220. Termasuk saya sendiri hehe. Bagaimana dengan anda? apakah anda juga punya modem ini? masih dipakai tidak? atau mungkin sudah anda jual. Atau mungkin malah anda sedang mengincar modem ini? sepertinya anda masih bisa mendapatkan yang second. Kayaknya pasti ada saja yang jual kok :D Coba cari saja jika anda ingin memiliki modem legendaris ini!

Mungkin anda juga berminat membaca yang ini : 

Sekian ulasan singkat mengenai modem huawei E220. Semoga bisa menambah wawasan anda. Temukan modem idaman anda, karena saat ini sudah banyak bertebaran modem GSM maupun CDMA yang jauh lebih bagus dari modem ini. Tapi kalau ngotot ingin memiliki modem legendaris ini, silahkan saja.
Load disqus comments

0 komentar